Operasi Kejadian | Macam-Macamnya
Kejadian majemuk dapat dibentuk dengan cara menggabungkan dua atau lebih kejadian sederhana. Dengan memanfaatkan
operasi antar himpunan, suatu kejadian majemuk dapat pula dibentuk dari dua kejadian majemuk yang lain. Operasi antar himpunan yang dimaksud adalah operasi gabungan (union), operasi irisan (interseksi) dan kompelemen.
Misalnya pada percobaan melempar sebuah dadu sebanyak satu kali dengan ruang sampel S={1,2,3,4,5,6}. Misalkan A kejadian munculnyamata dadu ganjil, maka A={1,3,5}, dan B kejadian munculnya mata dadu prima, maka B = {2,3,5}.
Dari dua kejadian tersebut dapat dibentuk kejadian majemuk sebagai berikut:
a. Gabungan dua kejadian , P = A U B= {1,2,3,5}. Kejadian P adalah kejadian munculnya mata dadu ganjil atau prima. Arti kata “ atau” dalam hal ini adalah kejadian A atau kejadian B atau kejadian kedua-duanya . jadi gabungan kejadian A dan B ditulis A U B adalah himpunan titik sampel yang trdapat pada kejadian A atau kejadian B atau kedua- duanya.
b. Irisan dua kejadian Q= A Ω B = {3,5}. Kejadian Q adalah kejadian munculnya mata dadu ganjil dan prima. Kata “ dan” berarti kejadian A terjadi dan bersamaan dengan itu kejadian B terjadi . jadi irisan kejadian A dan B ditulis A Ω B adalah himpunan titik sampel yang terdapat di A dan terdapat pada kejadian B.
c. Operasi komplemen
Komplemen kejadian A dalam ruang sampel S adalah himpunan semua unsure S yang tidak termasuk di A.
Misalkan A = {1,3,5} Maka komplemen A ditulis A’ = {2,4,6}.
