Kerikil ditahun Pertama Pernikahan

This entry was posted by on Wednesday, 18 January, 2012 at

Katanya, tahun pertama belum mengenal yang namanya persoalan rumah tangga yang ada hanya cinta dan gelombang asmara. Benar atau tidak, ya ?masalah-masalah ditahun pertama pernikahan seperti contoh berikut ini.

Lama masa pacaran

Menurut teori, lama masa pacaran yang normal itu dari 6 bulan hingga 3 tahun kurang dari waktu itu, terlalu dini untuk menikah karena takutnya belum atau kurang mengenal karakter masing-masing juga seluk-beluk dan karakter keluarganya, sedangbjika lebih dari itu, selain terlalu lama, bisa jadi kedua pasangan menjadi bosan

Usia Pacaran

Faktor ini terbagi dua, yaitu usia kronologis (fisik) dan usia mental. Meski tidak menjadi patokan atau jaminan, usia kronologis yang tepat bagi orang yang ingin menikah adalah

25-30 tahun. Usia ini di anggap sudah mencapai kematangan dalam berfikir. Jika masih terlalu muda,pikirannya masih terpecah belah padahal seharusnya fokus pada rumah tangga.

Karakter kepribadian

Karakter. Itu lebih dari sekadar emosi, karakter kepribadian itu mencangkup konsep diri, pola pikir, kecerdasan berpikir, kematangan, kemampuan interaksi sosial, dan kualitas diri. Kadang, urusan kecerdasan (baik intelektual dan emosi) bisa memicu pertengkaran. Atau, bisa juga karena keduanya belum memiliki pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan setelah menikah.

Situasi dan kondisi

Situasi dan kondisi antara lain berkaitan dengan posisi suami atau istri didalam keluarga(anak ke berapa) misalnya jika menikah di usia sangat muda ditambah posisinya dikeluarga adalah anak bungsu, sangat memungkinkan bagi keluarganya untuk ikut campur. Kata-kata “bilangin tuh istri (atau suami) kamu jangan suka bla bla bla…” atau “kamu masih kecil, mana mengerti sih kamu urusan rumah tangga sering terdengar. Salah-salah jika tak kuat banyak paasangan yang mengambil jalan cerai di usia pernikahannya yang masih seumur jagung.

 


Leave a Reply



*